Sweet Story (Ujian Cinta)

"Sayang, dalam waktu dekat ini aku akan melamarmu!" ucap Aby lirih.

"Aby serius akan melamar Dilla?" jawabku mencari kepastian.

"Iya sayang.. Aby sudah bicara sama Lena. Lagi pula sudah 5 tahun kita menjejaki sekaligus mengenali pribadi masing-masing dan itu bukan waktu singkat sayang !"

"lalu bagaimana dengan orang tuamu by?"

"ahh, sayang semua keputusan ada di tanganku. Mereka terlalu sibuk dengan urusannya. Asalkan Lena setuju semua akan berjalan lancar"

"ya sudah, dilla nurut gimana baiknya saja by"

"Aby adalah kekasihku sejak 5 tahun yang lalu. Waktu itu aku berkenalan dengannya melalui Lena, temanku yang juga adik perempuan aby. Dari semua lelaki yang mendekatiku di kala itu, hanya aby yang menurutku baik. Dimata ku aby sosok yang dewasa dan bertanggung jawab. Terlebih dia sangat mandiri. Aby hidup terpisah dengan orang tuanya. Sejak ayah mereka menikah lagi, aby memilih tinggal bersama neneknya dan menjaga adik satu-satunya yaitu Lena. Sedang ibu mereka telah lama meninggal dunia saat mereka masih kecil.

*****

"Tuhan selalu punya rencana untuk setiap umatnya. tidak terkecuali aku dan aby. sebelumnya aku tidak memiliki firasat apa-apa. Namun seminggu sebelum pinangan aby mengalami kecelakaan. Sesuatu terjadi pada matanya. Pandangannya kabur !

"dokter, bagaimana keadaannya?" tanyaku kepada dokter yang memeriksa mata aby.

"saudara aby terkena katarak" jawab dokter singkat.

"tapi dok, bagaimana mungkin terkena katarak? Kemarin matanya terbentur sesuatu makanya sekarang menjadi seperti ini"

"sudah tidak apa-apa, nanti akan saya kasih resep"

"haah, apakah semua dokter bersikap sedingin ini terhadap pasiennya?" umpatku dalam hati.

"Hampir seminggu aby meminum obat yang di kasih dokter itu. Namun tetap tidak ada perubahan. Aby mengaku matanya semakin perih dan kabur. ya ampun.. ada apa ini ? kenapa mata kirinya terlihat hampir putih semua ?

*****

"Aku melihat aby semakin putus asa. Namun di tengah kebimbangan, seorang teman menyarankan untuk membawa aby berobat ke satu dokter dan aku pun mencoba membawanya kesana.

"sudah berapa lama matanya seperti ini?"

"sudah seminggu dok"

"ya Tuhan lama sekali. Seharusnya waktu itu langsung saja di operasi"

"tapi dokter yang sebelumnya hanya memberikan resep saja dok!"

"mungkin karena terlalu keras benturan yang terjadi pada mata aby, bola matanya lebam dan ada cairan di dalamnya. tidak hanya itu, tepat di garis bola matanya yang hitam dan putih juga terjadi kekoyakan. Kita akan menyedot cairan yang ada di matanya lalu menjahit bagian yang koyak. Namun ini pun harus segera di lakukan secepatnya karena cairan yang ada di matanya dapat terbawa melalui pembuluh saraf dan menjadi racun yang membahayakan mata sebelahnya sehingga menimbulkan kebutaan." terang dokter panjang lebar kepadaku.

"Tuhan... Berat sekali cobaan ini. Tak pernah aku melihat aby serapuh ini. Kuatkan aby ku Tuhan... jaga dia untuk ku...

*****

"Semakin hari kondisi mata aby terlihat semakin memburuk. beberapa orang mencibirku sebagai wanita bodoh. Mereka bilang untuk apa hidup dengan orang buta. Lebih baik di tinggalkan saja. Masih banyak lelaki di luaran sana.
Ahh, mereka tidak mengerti. Aby belum sepenuhnya buta. Masih ada harapan untuknya. Dan selalu tanpa bosan ku selipkan doa diantara sujudku untuk aby. "Syukurlah orang tua ku tidak berpikiran kolot dan tetap mendukungku dengan sepenuhnya.

" tapi kini masalah baru kembali datang. Orang tua aby menginginkan ia menjalani operasi di kota tempat mereka menetap. Namun kondisi aby tidak memungkinkannya melakukan perjalanan jauh.
"kenapa orang tua ini begitu egois?" aku hanya mampu membatin.

"malam ini keadaan aby sangat mengkhawatirkan. Ia meraung kesakitan. Obat sudah di berikan namun tidak bereaksi apa-apa. Aku tidak kuat melihat penderitaan aby. Yaa Tuhan, aku ingin berbagi kesakitan itu dengan aby...

*****

"melihat kondisi aby yang semakin parah, lena memutuskan untuk segera melakukan operasi terhadap kakaknya dengan atau tanpa izin dari orang tua mereka. Lena sama seperti aku, dia sangat khawatir dengan kondisi aby. Bagi lena, aby adalah segalanya. Lebih berharga dari apa pun itu. Termasuk ayah yang selama ini mengabaikan mereka.


*****

"Setelah operasinya selesai, Pengaruh obat bius membuat aby terlelap. Alhamdulillah... terima kasih Ya Tuhan semuanya berjalan lancar berkat kehendak kasih-Mu...


*****

Sudah 7 bulan sejak kejadian itu. Kini aby telah sembuh, ia bisa menjalani aktivitas seperti biasanya. Dan malam kemarin aby telah melingkarkan sebuah cincin di jari manisku sebagai lambang pertunangan kami.
aku sangat bahagia. Meski sekarang pandangan mata aby tidak senormal seperti sedia kala, namun paling tidak aby masih bisa melihat. Dan akulah yang akan menjadi pelita di temaram hidupnya, menyempurnakan terang diantara gelap yang hadir. kini, esok, atau pun nanti...***


EnD________
Ceileeee, co cweet...:D

Sumber : Sujacka Retno
Share this article :
 

+ Comentar + 1 Comentar

11 July 2014 at 06:00

bereh bereh bereh

 
Di Otak-Atik Oleh : Sujacka Retno
Copyright © 2013. Cara Apa Aja Ada - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger